๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ (๐๐ข๐ญ๐๐ซ๐๐ฌ๐ข ๐๐๐ง ๐๐๐ฎ๐ค๐๐ฌ๐ข ๐๐๐ซ๐ฉ๐๐๐ฎ ๐ฎ๐ง๐ญ๐ฎ๐ค ๐๐๐ฌ๐๐ก๐๐ญ๐๐ง ๐๐๐ง๐๐ข)
- Oleh Kadek Dwi Aprilliani
- Sunday 23/08/2026
- PENGEJARAN, KINTAMANI, Kabupaten Bangli
Pada 12 Agustus 2026, mahasiswa KKN Desa Pengejaran melaksanakan program LENTERA SENDI (Literasi dan Edukasi Terpadu untuk Kesehatan Sendi) di Balai Desa Pengejaran. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya mahasiswa untuk mendekatkan edukasi kesehatan sendi kepada masyarakat melalui materi yang berkaitan dengan keluhan yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Penyampaian materi diarahkan pada pemahaman bahwa nyeri sendi memiliki beragam penyebab sehingga setiap keluhan perlu dikenali berdasarkan karakteristiknya.
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai osteoartritis (OA), rheumatoid arthritis (RA), dan gout arthritis (asam urat). Materi mencakup pengertian, gejala, faktor risiko, serta langkah sederhana untuk menjaga kesehatan sendi. Mahasiswa kemudian mengajak peserta mengikuti sesi โMitos dan Fakta tentang Rematikโ yang membahas berbagai anggapan yang berkembang di masyarakat. Sesi ini menjadi salah satu bagian yang menarik karena istilah โrematikโ masih sering digunakan untuk menggambarkan berbagai jenis nyeri pada persendian. Melalui diskusi tersebut, peserta diajak melihat keluhan nyeri sendi secara lebih kritis dan memahami bahwa penanganan sebaiknya didasarkan pada kondisi yang dialami, bukan sekadar asumsi atau kebiasaan yang diperoleh dari lingkungan sekitar.
Rangkaian kegiatan berlanjut pada 13 Agustus 2026 di Subak Mayungan melalui pelaksanaan senam rematik. Mahasiswa mengajak peserta melakukan gerakan ringan untuk membantu mempertahankan kelenturan dan fungsi sendi. Peserta mengikuti setiap gerakan sesuai kemampuan masing-masing sehingga aktivitas berlangsung dengan nyaman dan aman. Kegiatan ini menunjukkan bahwa menjaga kesehatan sendi dapat dimulai dari kebiasaan sederhana. Aktivitas fisik yang dilakukan secara teratur dan disesuaikan dengan kondisi tubuh dapat menjadi salah satu cara untuk mempertahankan kemampuan bergerak dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Pelaksanaan LENTERA SENDI memberikan gambaran bahwa edukasi kesehatan akan lebih mudah diterapkan ketika masyarakat memperoleh kesempatan untuk memahami sekaligus mempraktikkan pesan yang diberikan. Perpaduan antara diskusi dan aktivitas fisik membuat peserta memiliki ruang untuk bertanya, mengoreksi pemahaman yang keliru, serta mencoba secara langsung gerakan yang dapat dilakukan dalam keseharian. Pendekatan ini mendorong masyarakat untuk lebih cermat dalam mengenali keluhan sendi dan menghindari kebiasaan menyamaratakan setiap nyeri sebagai โrematikโ atau โasam uratโ.
Pada akhirnya, LENTERA SENDI diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat bahwa kesehatan sendi perlu dijaga sebelum gangguan menghambat aktivitas sehari-hari. Mengenali keluhan sejak awal, tetap aktif sesuai kemampuan, dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan ketika gejala menetap atau semakin berat menjadi langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk menjaga kualitas hidup.