πππͺπ ππ¨π πππͺππ£πππ£ ππππ§ππ£π ππ π½ππ£πππ§
- Oleh I Gusti Ayu Anggun
- Tuesday 25/08/2026
- PENGEJARAN, KINTAMANI, Kabupaten Bangli
Pada Selasa, 11 Agustus 2026, mahasiswa KKN Desa Pengejaran melaksanakan Edukasi Keuangan βNgiring ke Banjarβ di Balai Serbaguna Desa Pengejaran. Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian program literasi dan inklusi keuangan yang dirancang untuk mendekatkan edukasi keuangan kepada masyarakat secara sederhana, interaktif, dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Bukan sekadar membahas bagaimana mengatur uang, kegiatan ini menjadi ruang bersama untuk membangun kesadaran masyarakat agar semakin bijak dalam mengambil keputusan keuangan.
Kegiatan menghadirkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai narasumber dengan materi yang dekat dengan berbagai persoalan keuangan yang dihadapi masyarakat. Peserta diajak mengenal lebih jauh mengenai OJK, memahami pentingnya perlindungan konsumen, serta mempelajari cara menyusun perencanaan keuangan keluarga secara lebih terarah. Pembahasan kemudian berlanjut pada hal yang semakin relevan di tengah perkembangan teknologi, yaitu kewaspadaan terhadap investasi ilegal, pinjaman online ilegal, serta berbagai bentuk kejahatan keuangan digital yang dapat merugikan masyarakat.
Suasana edukasi menjadi semakin menarik karena peserta tidak hanya menerima informasi, tetapi juga diajak melihat berbagai persoalan keuangan dari sudut pandang yang lebih kritis. Di tengah kemudahan akses terhadap layanan keuangan digital, kemampuan untuk membedakan informasi yang benar, mengenali risiko, dan memastikan legalitas suatu produk menjadi semakin penting. Edukasi semacam ini menjadi pengingat bahwa keputusan keuangan yang terlihat sederhana sekalipun dapat membawa dampak jangka panjang bagi kondisi ekonomi keluarga.
Kegiatan diikuti oleh 16 peserta, yang terdiri atas perangkat desa dan masyarakat umum Desa Pengejaran. Meskipun jumlah peserta belum mencapai target awal, interaksi selama kegiatan tetap memberikan ruang bagi peserta untuk memperoleh pengetahuan dan berdiskusi mengenai persoalan keuangan yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari. Bagi mahasiswa KKN, kondisi tersebut juga menjadi pengalaman penting bahwa keberhasilan sebuah kegiatan edukasi tidak hanya ditentukan oleh materi yang disampaikan, tetapi juga oleh bagaimana komunikasi, koordinasi, dan strategi mengajak masyarakat dilakukan.
Salah satu bagian penting dalam kegiatan ini adalah evaluasi pengetahuan melalui pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata dari 40 poin sebelum edukasi menjadi 73 poin setelah edukasi, atau meningkat sebesar 33 poin. Hasil tersebut memberikan gambaran bahwa setelah memperoleh edukasi, terdapat peningkatan pemahaman peserta mengenai pengelolaan keuangan yang bijak dan bertanggung jawab. Namun, hasil ini tetap perlu dibaca secara hati-hati karena respons pre-test belum mencakup seluruh peserta, sehingga evaluasi pada kegiatan berikutnya perlu dilakukan dengan memastikan seluruh peserta mengisi dan mengirimkan pre-test maupun post-test.
Di balik hasil tersebut, kegiatan ini juga memberikan pembelajaran bagi mahasiswa KKN. Pelaksanaan kegiatan mengalami keterlambatan dari waktu yang direncanakan, sehingga koordinasi dengan masyarakat dan pemateri perlu menjadi perhatian pada kegiatan selanjutnya. Ketepatan waktu bukan hanya persoalan teknis, tetapi juga berpengaruh terhadap kenyamanan peserta, efektivitas penyampaian materi, serta keterlibatan masyarakat selama kegiatan berlangsung.
Lebih jauh, pengalaman βNgiring ke Banjarβ menunjukkan bahwa literasi keuangan akan lebih bermakna ketika hadir dekat dengan kehidupan masyarakat. Edukasi tidak berhenti pada mengenal istilah keuangan, tetapi diarahkan agar masyarakat mampu lebih berhati-hati sebelum menggunakan layanan keuangan, merencanakan kebutuhan keluarga, serta mengenali berbagai risiko yang muncul di ruang digital. Bagi mahasiswa, kegiatan ini sekaligus menjadi kesempatan untuk belajar bahwa pengabdian kepada masyarakat membutuhkan kemampuan menyampaikan pengetahuan secara kontekstual, membangun komunikasi, dan beradaptasi dengan kondisi lapangan.
Pada akhirnya, Edukasi Keuangan βNgiring ke Banjarβ bukan hanya tentang angka pre-test dan post-test, tetapi tentang sebuah langkah kecil untuk membangun masyarakat yang semakin sadar, kritis, dan cerdas dalam mengambil keputusan keuangan. Melalui kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, masyarakat, dan OJK, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat literasi keuangan masyarakat Desa Pengejaran. Karena mengelola keuangan dengan bijak bukan hanya tentang bagaimana uang digunakan hari ini, tetapi juga tentang bagaimana setiap keputusan dipertimbangkan untuk kehidupan yang lebih aman dan berkelanjutan.