OBSERVASI DENGAN MASYARKAT SASARAN

    Lau Cimba merupakan desa yang terletak di kabupate karo. Lau Cimba desa yang dekat dengan ibu kota kabupaten Tanah Karo. Di desa ini lah saya memilih lokasi saya untuk melaksanakan program KKN (Kuliah Kerja Nyata Berbasis Daring ) Program yang akan dilaksanakan selama Sebulan setengah. Pada awal ini saya harus memilih masyarakat sasaran yang akan saya pilih untuk menyeleseiakan program ini.Sebelum melakukan observasi ini Pada Kamis 27 Mei 2020 saya dan teman kelompok saya mendatangi kantor kepala desa untuk memberikan surat tugas dan meinta izin untuk KKN di desa Lau Cima selama Sebulan Kedepan dan respon pegawai dan kepala desa sangat antusias mereka memberi izin dan membantu kami jika ada yang ingin dibantu. mereka juga langsung mengizinkan besoknya observasi kepada masyarakat yang ada di desa Lau Cimba

            Pada Jumat 28 Mei 20210 saya melaksanakn observasi daring. Saya memilih masyarakat sasaran yang berpofesi sebagai pedangang,supir, ibu rumah tangga dan pegawai. Masyarakat sasaran yang saya pilih ini disarankan oleh ibu saya. Karena saya kurang mengenali masyarakat yang tinggal di lingkungan ini.dikarenakan sebagian banyak masyarakt beraktivitas di luar rumah..

            Observasi yang lakukan yaitu bagaimana lokasi masyarakat sasaran bekerja, apakah pembeli,atau pelanggan mereka melakukan atau menerapkan protokol kesehatan yang telah dianjurkan oleh pemerinta dan observasi lainnya. Masyarakat sasaran yang saya ajak untuk berkomunikasi mereka menjawabnya dengan antusias. Semua jawaban mereka hampir sama semuanya. Kebanyakan pembeli,penumpang dan nasabah yang dtang ke lokasi mereka masih banyak yang tidak menerapkan protokol kesehatan. Mereka harus diperingati oleh Satpol PP yang berjaga di pasar,di jalan dan Stapam di bank, bahkan ada yang sampai acuh jika sudah diperingati. Mereka menyebutkan seperti “Adi Kalak Karo Bage Kin Mekeng,Jang Na Encaa Tena” yang artinya orang karo emang begini keras kepala dan hanya permintaanya cuman yang maunya.. Mereka juga banyak tidak menggunakan masker bahkan pamflet sudah ada tertera di pasar. Masyarakat sasaran juga sudah biasa melihat hal seperti ini bahkan masyarakat sasaran saya juga mengatakan bahwa ada juga pedagang lainnya yang tidak memakai masker dan supir angkot juga mengatakan ada supir lainnya yang mengangkut banyak penumpang ia tidak menerapkan protokol kesehatan sperti menjaga jarak dan tidak melakukan penyemprotan disenfektan kepada penumpangnya,

            Sebelum saya melakukan observasi ini saya menanykan kepada mereka apakah mereka bersedia. Mereka menjawab dengan antusias dan mereka sangat bersedia dan mengikuti program ini sampai dengan selesai  Foto kegiatan dalam kantor kepala desa tidak memakai almamater dikarenakan telepon dadakan dari bapak kepala desa pada pagi hari kami sudah menunggu beliau tapi tidak datang sampai siang kami pulang karena disuruh makan siang oleh pegawai selang setengah jam kami di telepon dan harus datang cepat karena bapak kepala desa harus pergi lagi. dan beberapa hari tidak datang itu makanya kami memakai baju sopan dan tidak semi formal dikarenakn waktu kondisi dan situasi