Sosialisasi Program Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) di Desa Pengejaran


Pendidikan merupakan salah satu langkah penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan membuka peluang yang lebih luas bagi generasi muda untuk mencapai masa depan yang lebih baik. Namun, keterbatasan ekonomi dan kurangnya informasi mengenai akses pendidikan tinggi masih menjadi salah satu tantangan yang dihadapi oleh sebagian masyarakat. Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa KKN melaksanakan Sosialisasi Program Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) sebagai salah satu bentuk kontribusi dalam memberikan informasi dan mendorong masyarakat untuk memanfaatkan peluang pendidikan yang tersedia.

Kegiatan Sosialisasi Program SKSS dilaksanakan secara door to door dengan mengunjungi rumah-rumah warga di Desa Pengejaran pada minggu pertama hingga minggu kedua pelaksanaan KKN. Kegiatan ini dilaksanakan bersamaan dengan beberapa kegiatan KKN lainnya, seperti Survei Literasi dan Inklusi Keuangan (LIK), Edukasi Keluarga Kecengan, serta pemeriksaan tekanan darah. Metode door to door dipilih agar informasi dapat disampaikan secara langsung kepada keluarga sasaran dan memungkinkan terjadinya komunikasi yang lebih personal.

Sasaran utama kegiatan ini adalah calon mahasiswa atau anggota keluarga calon mahasiswa yang memiliki keterbatasan ekonomi dan belum memiliki anggota keluarga yang bergelar sarjana. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa menggunakan print out pamflet sebagai media untuk membantu menjelaskan informasi mengenai Program SKSS. Materi yang disampaikan meliputi tujuan dan manfaat program, persyaratan calon penerima, komitmen yang harus dipenuhi, serta informasi mengenai proses administrasi yang perlu dipersiapkan.

Melalui sosialisasi ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan menyampaikan pertanyaan mengenai Program SKSS. Beberapa keluarga yang sebelumnya belum mengetahui secara jelas mengenai program tersebut menjadi lebih memahami adanya peluang untuk memperoleh dukungan pendidikan bagi calon mahasiswa yang memenuhi kriteria. Keluarga yang menunjukkan ketertarikan juga diarahkan untuk memperoleh informasi lebih lanjut melalui pemerintah desa.

Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada penyampaian informasi, tetapi juga diharapkan dapat menumbuhkan motivasi generasi muda untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Dengan adanya informasi yang lebih jelas mengenai program, persyaratan, dan dukungan yang dapat diperoleh, masyarakat diharapkan mampu mempertimbangkan pendidikan tinggi sebagai salah satu investasi jangka panjang bagi masa depan keluarga.

Pelaksanaan sosialisasi mendapat respons yang cukup baik dari masyarakat. Meskipun demikian, terdapat beberapa kendala, seperti tidak semua keluarga dapat ditemui secara langsung karena sedang melakukan aktivitas di luar rumah, keterbatasan waktu dalam memberikan penjelasan secara mendalam, serta masih adanya masyarakat yang belum memahami secara menyeluruh mengenai program dan mekanisme administrasinya. Selain itu, sebagian keluarga masih mempertimbangkan waktu pendidikan sarjana yang relatif panjang, sementara sebagian anak memilih untuk langsung bekerja setelah menyelesaikan pendidikan SMA, baik di dalam maupun luar negeri.

Secara keseluruhan, Sosialisasi Program Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) telah terlaksana dengan baik dan memberikan manfaat berupa meningkatnya pengetahuan masyarakat mengenai peluang pendidikan tinggi yang tersedia. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya mahasiswa KKN untuk menjembatani informasi antara program pemerintah dan masyarakat, khususnya keluarga yang membutuhkan dukungan dalam mengakses pendidikan tinggi.

Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin banyak keluarga di Desa Pengejaran yang memiliki kesempatan untuk mengantarkan anggota keluarganya menempuh pendidikan tinggi. Dengan demikian, Program SKSS tidak hanya menjadi bentuk dukungan pendidikan, tetapi juga dapat menjadi langkah awal dalam membangun keluarga yang lebih berpendidikan serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Desa Pengejaran.