BUKAN SEKADAR BELAJAR, 43 SISWA SD MANDUANG DIAJAK MEMPRAKTIKKAN HIDUP BERSIH DAN SEHAT
- Oleh Ni Nyoman Pradnyaniti
- Saturday 22/08/2026
- MANDUANG, KLUNGKUNG, Kabupaten Klungkung
Anak-anak merupakan kelompok yang sangat penting dalam membangun kebiasaan hidup sehat.
Apa yang mereka pelajari dan lakukan sejak usia sekolah dapat menjadi kebiasaan yang terbawa
hingga dewasa. Namun, mengetahui bahwa mencuci tangan dan menggosok gigi itu penting belum
tentu berarti seorang anak benar-benar memahami kapan harus melakukannya dan bagaimana cara
melakukannya dengan benar. Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa KKN Universitas
Pendidikan Ganesha Desa Manduang melaksanakan program “Edukasi Dokter Cilik: Peningkatan
Wawasan dan Implementasi Anak-Anak Sekolah Dasar tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
(PHBS)” di SD Negeri Manduang. Program ini dirancang untuk membuat edukasi kesehatan
menjadi lebih dekat dengan dunia anak, yaitu melalui materi sederhana, praktik, lagu, dan
permainan.
Sebelum kegiatan dimulai, mahasiswa melakukan observasi dan wawancara dengan guru pada 29
Juli 2026. Dari kegiatan tersebut ditemukan bahwa pengetahuan siswa mengenai PHBS masih
perlu ditingkatkan, khususnya mengenai waktu-waktu penting untuk mencuci tangan, langkah
mencuci tangan yang benar, cara menggosok gigi yang tepat, serta penerapan pola hidup bersih
dan sehat dalam kehidupan sehari-hari. Sebagian siswa sebenarnya sudah pernah mendengar
mengenai PHBS dari orang tua maupun guru, tetapi belum sepenuhnya memahami dan
menerapkannya secara konsisten. Bahkan, masih terdapat siswa yang sering lupa mencuci tangan
sebelum makan maupun setelah melakukan aktivitas di luar kelas. Kondisi tersebut menjadi dasar
penting dilaksanakannya edukasi kesehatan secara lebih interaktif.
Pada 6 Agustus 2026, sebanyak 43 siswa kelas 4, 5, dan 6 SD Negeri Manduang mengikuti
kegiatan Edukasi Dokter Cilik. Kegiatan diawali dengan pemberian pre-test untuk mengetahui
tingkat pemahaman awal siswa. Selanjutnya, mahasiswa menyampaikan tiga materi utama, yaitu
PHBS secara umum, cara mencuci tangan yang benar, dan cara menggosok gigi yang baik. Setiap
materi disampaikan selama kurang lebih 30 menit dan kemudian dilanjutkan dengan gamesedukatif. Agar materi mengenai mencuci tangan lebih mudah diingat, mahasiswa juga mengajak
siswa menyanyikan lagu cuci tangan bersama-sama. Dengan metode seperti ini, kegiatan edukasi
tidak terasa seperti ceramah yang monoton. Anak-anak dapat belajar sambil bergerak, bernyanyi,
menjawab pertanyaan, dan mempraktikkan langsung apa yang telah dipelajari.
Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, mahasiswa memberikan post-test untuk melihat
perubahan pemahaman siswa. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan pemahaman setelah
siswa mengikuti materi dan games. Perubahan tersebut juga terlihat dari perilaku siswa selama
kegiatan berlangsung. Mereka mampu mempraktikkan cara mencuci tangan yang benar,
mempraktikkan cara menggosok gigi yang baik, serta menunjukkan pemahaman mengenai
penerapan PHBS dalam kehidupan sehari-hari. Hampir seluruh peserta juga terlihat aktif
mengikuti sesi lagu dan games, baik dalam menjawab pertanyaan maupun mempraktikkan kembali
materi yang diberikan.
Agar hasil kegiatan tidak berhenti pada hari pelaksanaan, mahasiswa juga memberikan poster
edukasi PHBS, cuci tangan, dan gosok gigi kepada pihak sekolah untuk dipasang di ruang kelas.
Selain itu, mahasiswa menyediakan sabun cuci tangan di area cuci tangan sekolah. Kehadiran
poster dan fasilitas tersebut diharapkan menjadi pengingat sekaligus sarana bagi siswa untuk terus
mempraktikkan kebiasaan hidup bersih dan sehat. Pihak guru juga menyatakan kesediaannya
untuk terus mengingatkan siswa mengenai PHBS dengan memanfaatkan media edukasi yang telah
diberikan.
Lebih dari sekadar memberikan pengetahuan, kegiatan ini memperlihatkan bahwa edukasi
kesehatan kepada anak dapat dilakukan dengan cara yang menyenangkan. Ketika anak-anak
diberikan kesempatan untuk bertanya, bermain, bernyanyi, dan mempraktikkan langsung, materi
yang disampaikan menjadi lebih mudah diterima dan diingat. Pada akhirnya, harapan terbesar dari
program ini bukanlah agar siswa hanya mampu menjawab pertanyaan tentang PHBS, melainkan
agar mereka benar-benar membawanya ke dalam kehidupan sehari-hari. Karena anak yang tahu
cara hidup sehat adalah anak yang memiliki bekal untuk tumbuh menjadi generasi yang lebih sehat.