BUKAN SEKADAR BELAJAR, 43 SISWA SD MANDUANG DIAJAK MEMPRAKTIKKAN HIDUP BERSIH DAN SEHAT

Anak-anak merupakan kelompok yang sangat penting dalam membangun kebiasaan hidup sehat.

Apa yang mereka pelajari dan lakukan sejak usia sekolah dapat menjadi kebiasaan yang terbawa

hingga dewasa. Namun, mengetahui bahwa mencuci tangan dan menggosok gigi itu penting belum

tentu berarti seorang anak benar-benar memahami kapan harus melakukannya dan bagaimana cara

melakukannya dengan benar. Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa KKN Universitas

Pendidikan Ganesha Desa Manduang melaksanakan program “Edukasi Dokter Cilik: Peningkatan

Wawasan dan Implementasi Anak-Anak Sekolah Dasar tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat

(PHBS)” di SD Negeri Manduang. Program ini dirancang untuk membuat edukasi kesehatan

menjadi lebih dekat dengan dunia anak, yaitu melalui materi sederhana, praktik, lagu, dan

permainan.

Sebelum kegiatan dimulai, mahasiswa melakukan observasi dan wawancara dengan guru pada 29

Juli 2026. Dari kegiatan tersebut ditemukan bahwa pengetahuan siswa mengenai PHBS masih

perlu ditingkatkan, khususnya mengenai waktu-waktu penting untuk mencuci tangan, langkah

mencuci tangan yang benar, cara menggosok gigi yang tepat, serta penerapan pola hidup bersih

dan sehat dalam kehidupan sehari-hari. Sebagian siswa sebenarnya sudah pernah mendengar

mengenai PHBS dari orang tua maupun guru, tetapi belum sepenuhnya memahami dan

menerapkannya secara konsisten. Bahkan, masih terdapat siswa yang sering lupa mencuci tangan

sebelum makan maupun setelah melakukan aktivitas di luar kelas. Kondisi tersebut menjadi dasar

penting dilaksanakannya edukasi kesehatan secara lebih interaktif.

Pada 6 Agustus 2026, sebanyak 43 siswa kelas 4, 5, dan 6 SD Negeri Manduang mengikuti

kegiatan Edukasi Dokter Cilik. Kegiatan diawali dengan pemberian pre-test untuk mengetahui

tingkat pemahaman awal siswa. Selanjutnya, mahasiswa menyampaikan tiga materi utama, yaitu

PHBS secara umum, cara mencuci tangan yang benar, dan cara menggosok gigi yang baik. Setiap

materi disampaikan selama kurang lebih 30 menit dan kemudian dilanjutkan dengan gamesedukatif. Agar materi mengenai mencuci tangan lebih mudah diingat, mahasiswa juga mengajak

siswa menyanyikan lagu cuci tangan bersama-sama. Dengan metode seperti ini, kegiatan edukasi

tidak terasa seperti ceramah yang monoton. Anak-anak dapat belajar sambil bergerak, bernyanyi,

menjawab pertanyaan, dan mempraktikkan langsung apa yang telah dipelajari.

Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, mahasiswa memberikan post-test untuk melihat

perubahan pemahaman siswa. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan pemahaman setelah

siswa mengikuti materi dan games. Perubahan tersebut juga terlihat dari perilaku siswa selama

kegiatan berlangsung. Mereka mampu mempraktikkan cara mencuci tangan yang benar,

mempraktikkan cara menggosok gigi yang baik, serta menunjukkan pemahaman mengenai

penerapan PHBS dalam kehidupan sehari-hari. Hampir seluruh peserta juga terlihat aktif

mengikuti sesi lagu dan games, baik dalam menjawab pertanyaan maupun mempraktikkan kembali

materi yang diberikan.

Agar hasil kegiatan tidak berhenti pada hari pelaksanaan, mahasiswa juga memberikan poster

edukasi PHBS, cuci tangan, dan gosok gigi kepada pihak sekolah untuk dipasang di ruang kelas.

Selain itu, mahasiswa menyediakan sabun cuci tangan di area cuci tangan sekolah. Kehadiran

poster dan fasilitas tersebut diharapkan menjadi pengingat sekaligus sarana bagi siswa untuk terus

mempraktikkan kebiasaan hidup bersih dan sehat. Pihak guru juga menyatakan kesediaannya

untuk terus mengingatkan siswa mengenai PHBS dengan memanfaatkan media edukasi yang telah

diberikan.

Lebih dari sekadar memberikan pengetahuan, kegiatan ini memperlihatkan bahwa edukasi

kesehatan kepada anak dapat dilakukan dengan cara yang menyenangkan. Ketika anak-anak

diberikan kesempatan untuk bertanya, bermain, bernyanyi, dan mempraktikkan langsung, materi

yang disampaikan menjadi lebih mudah diterima dan diingat. Pada akhirnya, harapan terbesar dari

program ini bukanlah agar siswa hanya mampu menjawab pertanyaan tentang PHBS, melainkan

agar mereka benar-benar membawanya ke dalam kehidupan sehari-hari. Karena anak yang tahu

cara hidup sehat adalah anak yang memiliki bekal untuk tumbuh menjadi generasi yang lebih sehat.



Tentang Penulis
Ni Nyoman Pradnyaniti