DARI MANDUANG UNTUK DUNIA: KETIKA POTENSI WISATA DESA MULAI BERCERITA DI MEDIA SOSIAL
- Oleh Ni Nyoman Pradnyaniti
- Saturday 22/08/2026
- MANDUANG, KLUNGKUNG, Kabupaten Klungkung
Setiap desa memiliki cerita. Ada tempat-tempat indah yang mungkin belum banyak
diketahui orang, ada tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi, ada masyarakat yang ramah,
dan ada pengalaman yang tidak akan ditemukan di tempat lain. Desa Manduang pun memiliki
ceritanya sendiri. Persoalannya bukan karena Manduang tidak memiliki potensi wisata, tetapi
bagaimana potensi tersebut dapat diperkenalkan kepada masyarakat yang lebih luas. Di era digital
seperti sekarang, salah satu jawabannya adalah media sosial.
Atas dasar tersebut, mahasiswa KKN Universitas Pendidikan Ganesha melaksanakan
program “Digitalisasi Promosi Desa Wisata Manduang: Penyediaan Promosi Objek Wisata melalui
Media Sosial sekaligus Edukasi Pengelolaan Media Sosial.” Program ini hadir sebagai upaya untuk
mempertemukan potensi wisata Desa Manduang dengan perkembangan teknologi digital. Potensi
seperti Penglukatan Tirta Suranadi, Tukad Jinah Tubing, dan Warung Adung memiliki daya tarik
masing-masing, tetapi sebelumnya belum memiliki representasi digital yang optimal. Promosi
wisata juga masih banyak bergantung pada metode manual melalui travel agent.
Mahasiswa kemudian bekerja sama dengan Pokdarwis Desa Manduang sebagai pengelola
objek wisata. Tahapan kegiatan dimulai dari persiapan konsep, koordinasi, pengambilan gambar,
hingga proses editing. Salah satu bagian yang cukup menarik adalah proses produksi konten karena
mahasiswa tidak hanya perlu merekam objek wisata, tetapi juga memikirkan bagaimana destinasi
tersebut dapat ditampilkan secara menarik melalui video singkat yang sesuai dengan karakter
media sosial.
Pada 8 Agustus 2026, proses editing konten dilakukan dan menghasilkan enam video
promosi. Video tersebut terdiri atas video gabungan beberapa objek wisata serta video yang secara
khusus menampilkan masing-masing objek wisata. Setelah selesai, konten dipublikasikan melalui
akun Instagram resmi Pokdarwis, yaitu @tukadjinahtubing. Dengan demikian, potensi wisata Desa
Manduang mulai memiliki ruang digital yang dapat diakses oleh masyarakat secara lebih luas.Namun, mahasiswa KKN tidak ingin program berhenti pada pembuatan enam video.
Sebab, media sosial tidak akan berjalan jika hanya aktif selama mahasiswa berada di desa. Karena
itu, pada 18 Agustus 2026, dilaksanakan sosialisasi pengelolaan media sosial kepada Pokdarwis
selama 45 menit melalui metode dialog terbuka. Materi yang diberikan meliputi strategi membuat
konten, menentukan waktu unggah yang efektif, serta cara berinteraksi dengan audiens. Pokdarwis
juga menunjukkan keterlibatan aktif dan mampu merespons pertanyaan terkait materi yang
diberikan.
Program ini menjadi lebih bermakna karena pengelolaan akun media sosial selanjutnya
diserahkan kepada Pokdarwis. Dengan demikian, keberadaan mahasiswa KKN bukan menjadi
ketergantungan, melainkan menjadi pemicu agar masyarakat mulai membangun kemampuan
sendiri dalam memanfaatkan teknologi sebagai media promosi. Program ini juga menjadi ruang
bagi mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan dari mata kuliah seperti Hukum Teknologi
Informasi dan Hukum Hak Kekayaan Intelektual (HKI), terutama dalam memperhatikan etika
publikasi dan perlindungan hak cipta dalam pembuatan konten.
Lebih jauh lagi, digitalisasi promosi bukan hanya tentang mendapatkan jumlah tayangan
atau pengikut yang banyak. Tujuan utamanya adalah membuat orang mengetahui bahwa ada
sebuah desa bernama Manduang yang memiliki pengalaman wisata yang layak untuk dikunjungi.
Sebuah video berdurasi singkat dapat menjadi pintu pertama bagi seseorang untuk mengenal
sebuah tempat. Dari satu unggahan, orang mungkin mulai penasaran. Dari rasa penasaran, muncul
keinginan untuk berkunjung. Dan dari kunjungan tersebut, roda ekonomi serta potensi desa dapat
ikut bergerak.
Manduang kini tidak hanya memiliki destinasi untuk dikunjungi, tetapi juga memiliki cerita untuk
dibagikan. Dan media sosial menjadi salah satu jembatan yang membawa cerita itu lebih jauh.