Day 2 – Optimalisasi Desa Wisata Sembiran Menuju Safe Community Tourism: Membangun Desa Wisata yang Aman, Tangguh, dan Siap Menyambut Wisatawan
- Oleh Ni Putu Bunga Puspaning Jenyani
- Thursday 30/07/2026
- SEMBIRAN, TEJAKULA, Kabupaten Buleleng
Memasuki hari kedua rangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat, semangat kolaborasi antara akademisi, pemerintah desa, dan masyarakat semakin terasa melalui pelaksanaan kegiatan bertajuk "Optimalisasi Desa Wisata Sembiran Menuju Safe Community Tourism". Kegiatan ini menjadi salah satu langkah nyata dalam mendukung pengembangan Desa Sembiran sebagai destinasi wisata yang tidak hanya memiliki daya tarik alam dan budaya, tetapi juga mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi setiap wisatawan yang berkunjung. Sebanyak 32 peserta yang terdiri atas perangkat desa, pelaku wisata, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), dan pemuda Desa Sembiran mengikuti kegiatan ini dengan antusias. Kehadiran berbagai elemen masyarakat tersebut menunjukkan adanya komitmen bersama untuk membangun desa wisata yang lebih tangguh, adaptif, dan siap menghadapi berbagai tantangan di sektor pariwisata.
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai Bantuan Hidup Dasar (BHD) yang disampaikan oleh Ns. I Kadek Artawan, S.Kep., M.Kep. Pada sesi ini, peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya tindakan pertolongan pertama ketika menghadapi kondisi kegawatdaruratan, seperti henti napas maupun henti jantung. Tidak hanya memperoleh materi secara teoritis, peserta juga diajak untuk memahami langkah-langkah dasar penyelamatan yang dapat dilakukan sebelum bantuan medis tiba di lokasi. Melalui pelatihan ini, masyarakat diharapkan mampu memberikan respons yang cepat dan tepat sehingga dapat meminimalkan risiko yang mungkin terjadi apabila ditemukan kondisi darurat, baik yang dialami oleh warga maupun wisatawan.
Materi berikutnya disampaikan oleh Ns. I Dewa Agung Gde Fanji Pradiptha, S.Kep., M.Kep. mengenai penanganan gigitan ular serta Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K). Materi ini dinilai sangat relevan mengingat kondisi geografis Desa Sembiran yang memiliki kawasan perbukitan dan jalur tracking yang cukup sering dikunjungi wisatawan. Peserta memperoleh pengetahuan mengenai langkah-langkah penanganan awal terhadap korban gigitan ular, prosedur pertolongan pertama pada kecelakaan, serta tindakan yang harus dihindari agar kondisi korban tidak semakin memburuk. Bekal pengetahuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi risiko yang dapat terjadi di kawasan wisata, sehingga keselamatan wisatawan maupun masyarakat setempat dapat lebih terjamin.
Selain peningkatan kapasitas masyarakat di bidang keselamatan, kegiatan ini juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi dalam mendukung pengelolaan desa wisata. Pada sesi terakhir, Komang Kurniawan Widiartha memperkenalkan aplikasi digital yang dirancang untuk membantu pengelolaan Desa Wisata Sembiran secara lebih modern dan terintegrasi. Aplikasi tersebut diharapkan mampu menjadi sarana penyebaran informasi, media promosi potensi wisata desa, sekaligus mempermudah komunikasi antara pengelola desa wisata dengan masyarakat maupun wisatawan. Digitalisasi ini menjadi salah satu upaya strategis dalam meningkatkan kualitas pelayanan serta memperluas promosi Desa Sembiran agar semakin dikenal oleh masyarakat luas.
Melalui seluruh rangkaian kegiatan pada hari kedua ini, peserta tidak hanya memperoleh tambahan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga membangun kesadaran bahwa keselamatan merupakan salah satu aspek penting dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan. Konsep Safe Community Tourism mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif dalam menciptakan lingkungan wisata yang aman, tanggap terhadap keadaan darurat, serta mampu memberikan pelayanan yang berkualitas kepada setiap pengunjung. Dengan meningkatnya kapasitas masyarakat di bidang keselamatan dan didukung oleh pemanfaatan teknologi digital, Desa Sembiran semakin optimis untuk berkembang sebagai desa wisata yang profesional, berdaya saing, dan mampu memberikan pengalaman wisata yang aman, nyaman, serta berkesan bagi seluruh wisatawan.
Ikuti juga perjalanan dan dokumentasi kegiatan KKN LIK 2026 Desa Sembiran melalui media sosial kami:
Instagram : @kknlik2026_sembiran
TikTok : @kkn.liksembiran.2