Menapaki Langkah Awal: Menggali Potensi Desa Sembiran melalui Survei Profil Desa dan Pengembangan Sport Tourism Berbasis Kearifan Lokal

Buleleng, 18 Juli 2026 menjadi titik awal perjalanan pengabdian mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Literasi dan Inklusi Keuangan (KKN LIK) Universitas Pendidikan Ganesha Tahun 2026 di Desa Sembiran, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng. Hari pertama diawali dengan pelaksanaan survei profil desa sebagai langkah awal untuk mengenal lebih dekat karakteristik Desa Sembiran, potensi yang dimiliki, serta berbagai peluang pengembangan yang dapat mendukung pembangunan desa secara berkelanjutan. Melalui observasi lapangan dan koordinasi bersama pemerintah desa, mahasiswa memperoleh gambaran mengenai kondisi sosial, budaya, ekonomi, hingga potensi wisata yang menjadi identitas Desa Sembiran.

Survei profil desa tidak hanya menjadi kegiatan pengumpulan data, tetapi juga menjadi kesempatan untuk membangun komunikasi dan sinergi dengan pemerintah desa serta masyarakat. Informasi yang diperoleh selama survei menjadi dasar dalam penyusunan program kerja KKN yang selaras dengan kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung pengembangan potensi desa secara optimal.

Setelah kegiatan survei, rangkaian aktivitas dilanjutkan dengan forum Pemberdayaan Desa Sembiran Menuju Desa Wisata Berbasis Kearifan Lokal dan Sport Tourism yang dipimpin oleh Dr. I Wayan Muliarta, S.Pd., M.Or., AIFO. Kegiatan ini melibatkan akademisi, mahasiswa KKN LIK Undiksha 2026, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Sembiran. Melalui forum diskusi dan pemetaan potensi, seluruh peserta bersama-sama mengidentifikasi berbagai kekayaan alam dan budaya yang dimiliki Desa Sembiran sebagai modal utama dalam pengembangan desa wisata.

Hasil diskusi menunjukkan bahwa Desa Sembiran memiliki potensi wisata yang sangat beragam. Potensi tersebut meliputi wisata healing dan wellness berbasis mata air alami, rumah adat tradisional yang masih terjaga keasliannya, panorama sunrise dari kawasan perbukitan dan sekitar pura, wisata jamu tradisional, hingga gagasan pengembangan glamping yang menawarkan pengalaman menginap menyatu dengan alam. Seluruh potensi tersebut menjadi kekuatan yang dapat dikembangkan untuk menghadirkan pengalaman wisata yang autentik bagi para pengunjung.

Selain potensi alam, forum juga menyoroti pentingnya menjaga warisan budaya Desa Sembiran. Keberadaan Pura Kahyangan Kangin, tiga pura yang diduga memiliki nilai cagar budaya, bahasa khas Sembiran yang masih lestari, serta kain Tenun cag-cag sebagai identitas budaya desa merupakan kekayaan yang perlu terus dijaga dan dikenalkan kepada masyarakat luas. Pengembangan desa wisata diharapkan tidak hanya berorientasi pada peningkatan kunjungan wisatawan, tetapi juga mampu memperkuat pelestarian budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Dalam mendukung konsep sport tourism, peserta juga merumuskan rencana pemetaan jalur tracking yang terintegrasi dengan alur perjalanan wisata (tourism flow) sehingga wisatawan dapat menikmati pengalaman menjelajahi Desa Sembiran secara lebih terarah. Selain itu, potensi wisata bahari seperti dolphin watching turut menjadi bagian dari pembahasan sebagai daya tarik wisata yang tetap memperhatikan aspek konservasi lingkungan pesisir.

Sebagai tindak lanjut, dirumuskan berbagai program penguatan kapasitas masyarakat, di antaranya pelatihan pemandu wisata lokal, pelayanan wisata (hospitality), pemasaran digital, pengelolaan homestay dan glamping, pengemasan produk UMKM seperti gula aren, tenun, dan jamu, serta pelatihan storytelling mengenai sejarah, budaya, adat istiadat, dan filosofi Desa Sembiran. Seluruh program tersebut dirancang agar masyarakat menjadi aktor utama dalam mengembangkan potensi desa sekaligus memperoleh manfaat ekonomi dari sektor pariwisata.

Rangkaian kegiatan pada hari pertama ini menjadi pijakan awal dalam membangun sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat. Melalui survei profil desa dan forum pemberdayaan, diharapkan pengembangan Desa Sembiran dapat berjalan secara terarah dengan tetap menjunjung tinggi kearifan lokal, menjaga kelestarian budaya dan lingkungan, serta mewujudkan desa wisata yang berdaya saing dan berkelanjutan.

Instagram : kknlik2026_sembiran

Tiktok        : kkn.liksembiran.2

Tentang Penulis