Mahasiswa KKN Undiksha desa Sekumpul Gelar Program Wisata Berdaya, Latih Pemandu Wisata Lokal Desa Sekumpul mulai dari Pelayanan Prima hingga Pertolongan Pertama


Sekumpul -- Program Kerja Wisata Berdaya yang dilaksanakan oleh Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Pendidikan Ganesha telah berlangsung selama empat kali pertemuan pada 29 Juli hingga 6 Agustus 2026, bertempat di Desa Sekumpul, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng. Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi antara mahasiswa KKN dengan Pemerintah Desa Sekumpul, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), dan BUMDes, serta diikuti oleh pemandu wisata (tour guide) lokal dengan jumlah peserta yang bervariasi pada setiap pertemuan, mulai dari sekitar 40 orang pada pertemuan pertama hingga sekitar 20 orang pada pertemuan terakhir.

Program ini digagas berdasarkan hasil koordinasi dan arahan langsung dari Perbekel Desa Sekumpul, yang menemukan bahwa pemandu wisata lokal masih memerlukan peningkatan kapasitas dan kompetensi. Permasalahan utama yang dihadapi meliputi keterbatasan pemahaman mengenai standar pelayanan prima (service excellence), penerapan basic manner dan etika keramahtamahan (hospitality) kepada wisatawan, keterbatasan kemampuan komunikasi Bahasa Inggris dasar dalam mendampingi wisatawan mancanegara, serta belum optimalnya kesiapsiagaan dan keterampilan pertolongan pertama dasar saat terjadi kondisi darurat di kawasan wisata. Melalui program Wisata Berdaya, mahasiswa KKN menyusun rangkaian pelatihan yang interaktif melalui metode ceramah, diskusi, simulasi, dan praktik langsung.

Pertemuan pertama dilaksanakan pada Rabu, 29 Juli 2026 dengan tema “Menjadi Pemandu Wisata Profesional melalui Pelayanan Prima”, yang berfokus pada konsep service excellence, etika pelayanan, komunikasi efektif, serta pembentukan kesan pertama (first impression) melalui simulasi. Pertemuan kedua berlangsung pada Jumat, 31 Juli 2026 dengan tema “Membangun Keramahtamahan dan Pengalaman Wisata yang Berkesan”, yang membahas penerapan hospitality, basic manner, komunikasi pelayanan, serta teknik handling complaint atau penanganan keluhan wisatawan.

Pertemuan ketiga pada Selasa, 4 Agustus 2026 mengangkat tema “Komunikasi Bahasa Inggris Dasar untuk Pemandu Wisata”, meliputi materi greeting, memperkenalkan diri, memberikan arah (giving directions), menjawab pertanyaan umum wisatawan, hingga praktik percakapan sehari-hari. Sesi terakhir diselenggarakan pada Kamis, 6 Agustus 2026 dengan tema “Kesiapsiagaan dan Pertolongan Pertama di Kawasan Wisata”, yang mencakup edukasi pertolongan pertama dasar, penanganan kondisi darurat sederhana seperti pingsan, kejang, dan cedera ringan, serta simulasi praktik penanganan langsung di kawasan wisata.

Melalui rangkaian pelatihan ini, para pemandu wisata lokal diharapkan mampu menerapkan prinsip pelayanan prima dan etika keramahtamahan, mempraktikkan percakapan dasar Bahasa Inggris saat mendampingi wisatawan mancanegara, serta memiliki keterampilan penanganan keluhan dan pertolongan pertama pada kondisi darurat ringan. Sebagai bentuk keberlanjutan, modul dan materi pelatihan turut diserahterimakan kepada Pokdarwis Desa Sekumpul sebagai panduan pembelajaran yang dapat terus dimanfaatkan setelah program KKN berakhir.


Tentang Penulis