Di antara perbukitan Buleleng bagian barat, Desa Pedawa berdiri sebagai salah satu desa Bali Aga yang masih memegang teguh adat dan tradisi leluhurnya. Namun di balik kekayaan budayanya, desa ini juga menghadapi tantangan nyata di bidang kesehatan, mulai dari keterbatasan akses jaringan komunikasi (blankspot), medan geografis yang menantang, hingga masih rendahnya kesadaran sebagian warga terhadap pemeriksaan kesehatan rutin, khususnya untuk anak balita dan lansia.
Menjawab tantangan tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) hadir mendampingi kegiatan Posyandu di enam banjar/dusun Desa Pedawa selama kurang lebih dua minggu. Program ini berfokus pada tiga pilar utama: pendampingan Posyandu, edukasi kesehatan ibu dan anak, serta deteksi dini Penyakit Tidak Menular (PTM) melalui pemeriksaan tensi dan gula darah bagi lansia dan warga dewasa.
Tujuan Kegiatan
Kegiatan ini dirancang dengan beberapa tujuan utama:
1. Mendukung layanan Posyandu rutin yang selama ini dijalankan kader kesehatan desa, agar cakupan pemeriksaan anak balita menjadi lebih optimal.
2. Memantau status gizi dan tumbuh kembang balita melalui pengukuran antropometri yang terdiri dari tinggi badan, berat badan, lingkar kepala, dan lingkar lengan atas (LILA) sebagai dasar deteksi dini stunting maupun gizi kurang/lebih.
3. Melakukan skrining awal PTM pada lansia dan warga yang memerlukan, melalui pemeriksaan tekanan darah dan kadar gula darah, sebagai langkah deteksi dini hipertensi dan diabetes melitus.
4. Meningkatkan literasi kesehatan ibu dan anak, termasuk edukasi mengenai gizi seimbang, pola asuh, serta pentingnya pemeriksaan berkala bagi kelompok lansia.
Manfaat bagi Masyarakat
Bagi warga Desa Pedawa, kegiatan ini memberi beberapa manfaat konkret. Orang tua balita mendapatkan gambaran status gizi anak secara berkala tanpa harus menempuh jarak jauh ke fasilitas kesehatan. Lansia yang selama ini jarang memeriksakan diri kini punya kesempatan mengetahui tekanan darah dan gula darahnya secara gratis dan dekat dari rumah. Data yang terkumpul juga menjadi bahan pertimbangan bagi kader dan tenaga kesehatan desa untuk menentukan siapa saja yang perlu dirujuk atau dipantau lebih lanjut.
Rangkaian Kegiatan di Enam Banjar
| Tanggal | Lokasi |
| Rabu, 5 Agustus 2026 | Posyandu Cempaka Putih, Banjar Insakan |
| Jumat, 7 Agustus 2026 | Posyandu Dwika Sari, Banjar Munduk Waban |
| Sabtu, 8 Agustus 2026 | Posyandu Jepun Bali, Dusun Desa |
| Selasa, 11 Agustus 2026 | Posyandu Banjar Dinas Asah |
| Kamis, 13 Agustus 2026 | Posyandu Banjar Dinas Lambo |
| Sabtu, 15 Agustus 2026 | Posyandu Banjar Dinas Bangkiang Sidem |
Di setiap lokasi, mahasiswa KKN dibagi menjadi dua tim. Tim pertama membantu kader mengukur tinggi badan, berat badan, lingkar kepala, dan lingkar lengan atas anak balita, sekaligus mencatat hasilnya ke dalam Kartu Menuju Sehat (KMS) sebagai bahan pemantauan tumbuh kembang jangka panjang. Tim kedua membuka meja pemeriksaan tensi dan gula darah bagi lansia, serta warga dewasa lain yang membutuhkan, sambil memberikan edukasi singkat mengenai gaya hidup sehat.
Karena Desa Pedawa termasuk wilayah dengan klasifikasi blankspot sinyal, seluruh pencatatan dilakukan dengan pendekatan offline-first, yakni data ditulis manual di lokasi lalu direkap begitu kembali ke titik dengan akses internet, untuk memastikan tidak ada data yang hilang.
Hasil Pemeriksaan Kesehatan
Pemeriksaan Balita
Pemeriksaan antropometri (tinggi badan, berat badan, lingkar kepala, dan lingkar lengan atas) dilakukan terhadap anak balita di seluruh titik Posyandu. Hasil masing-masing anak dicatat langsung ke KMS dan diserahkan kepada kader serta orang tua sebagai acuan pemantauan gizi, sehingga bila ditemukan indikasi gizi kurang atau stunting, anak dapat segera dirujuk ke Puskesmas untuk penanganan lebih lanjut.
Pemeriksaan Tekanan Darah dan Gula Darah
Secara total, lebih dari 140 pemeriksaan tekanan darah dan sekitar 100 pemeriksaan gula darah berhasil dilakukan di enam dusun. Gambaran umumnya sebagai berikut:
• Tekanan darah: dari seluruh peserta yang diperiksa, sekitar 45% menunjukkan tekanan darah tinggi (≥140/90 mmHg), dengan sebaran cukup merata di semua dusun, dengan yang tertinggi di Banjar Lambo dan Munduk Waban. Sebagian kecil bahkan menunjukkan angka sangat tinggi (≥160/100 mmHg), yang memerlukan perhatian dan tindak lanjut segera.
• Gula darah: mayoritas hasil berada pada rentang normal hingga sedikit tinggi, namun ditemukan pula beberapa kasus dengan kadar gula darah jauh di atas normal (di atas 200 mg/dL), termasuk satu kasus yang sangat tinggi di Banjar Insakan. Sebuah temuan penting yang langsung diarahkan untuk pemeriksaan lanjutan ke fasilitas kesehatan.
Temuan ini menegaskan bahwa hipertensi dan gangguan gula darah masih menjadi persoalan kesehatan yang cukup signifikan di kalangan lansia dan warga dewasa Desa Pedawa, sehingga kegiatan deteksi dini semacam ini perlu terus dilanjutkan dan tidak berhenti hanya pada masa KKN.
Kendala di Lapangan
Beberapa tantangan turut mewarnai pelaksanaan program, di antaranya kondisi geografis dusun yang berjauhan dan berbukit, keterbatasan sinyal untuk pencatatan digital secara langsung, serta perlunya pendekatan personal kepada lansia yang belum terbiasa dengan pemeriksaan rutin. Meski demikian, dukungan aktif kader Posyandu menjadi kunci kelancaran seluruh rangkaian kegiatan.
Penutup
Pendampingan Posyandu, edukasi kesehatan ibu dan anak, serta deteksi dini PTM ini menjadi bentuk nyata kontribusi mahasiswa KKN dalam mendukung derajat kesehatan masyarakat Desa Pedawa. Lebih dari sekadar angka dan catatan, kegiatan ini adalah upaya membangun kepedulian bersama antara mahasiswa, kader, dan warga, agar kesehatan anak-anak dan lansia di desa Bali Aga ini semakin terjaga dari waktu ke waktu.
Ditulis sebagai dokumentasi program kerja KKN Desa Pedawa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, 17 Agustus 2026.