Partisipasi dalam Uji Coba Ekowisata di Tigawasa dan Pedawa

Salah satu pengalaman paling berkesan selama masa KKN kami adalah kesempatan untuk ikut serta dalam uji coba ekowisata di dua desa Bali Aga, Tigawasa dan Pedawa. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara kelompok KKN kami dengan JED (Jaringan Ekowisata Desa), sebagai bagian dari upaya mengembangkan potensi wisata berbasis komunitas di kedua desa tersebut. Untuk mengoptimalkan partisipasi, kelompok kami dibagi menjadi dua tim: satu tim mengikuti uji coba di Pedawa, dan satu tim lainnya di Tigawasa.

Ekowisata Pedawa

Pagi itu, tim kami berkumpul di Rumah Adat Pedawa Sridandan dan disambut dengan welcome drink sembari berbincang santai bersama pemandu lokal, memberi waktu untuk saling mengenal sebelum memulai perjalanan.

Perjalanan tracking dimulai dengan mengenal Rumah Adat Sridandan, titik pertama yang memperkenalkan kami pada arsitektur tradisional khas Pedawa. Dari sana, rute berlanjut menuju Rumah Adat Bandung Rangki, kemudian Rumah Adat Mesegali — setiap rumah adat membawa cerita dan fungsi sosial budayanya masing-masing dalam kehidupan masyarakat Pedawa.

Rute kemudian membawa kami melewati perkebunan warga, menyusuri jalan setapak di antara lahan pertanian penduduk, hingga tiba di sumber mata air Gelunggang. Mata air ini bukan sekadar sumber air biasa, melainkan tempat yang digunakan warga setempat untuk ritual sudamala atau melukat, sebuah tradisi pembersihan diri secara spiritual dalam kepercayaan masyarakat Bali.

Perjalanan berlanjut hingga tiba di basecamp Komunitas Kayoman, tempat kami beristirahat dan menikmati makan siang. Di sinilah salah satu momen paling menarik terjadi, kami diajak belajar membuat senggait, camilan tradisional khas setempat, sebagai bagian dari pengenalan kearifan lokal Pedawa. Setelah beristirahat cukup, perjalanan ditutup dengan tracking kembali menuju titik awal di Sridandan. Setelah tracking, kegiatan terakhir dalam ujicoba ekowisata ini adalah diskusi dan pemberian feedback atas perjalanan yang kami lalui.

Ekowisata Tigawasa

Di Tigawasa, kegiatan dimulai dengan berkumpul di Kantor Perbekel Tigawasa. Sama seperti di Pedawa, kami disambut dengan camilan dan welcome drink, sekaligus mendapatkan penjelasan mengenai rangkaian kegiatan uji coba ekowisata yang akan dijalani.

Salah satu keunikan kegiatan di Tigawasa adalah sesi belajar membuat kerajinan anyaman dari bambu, memberi kami pengalaman langsung mempraktikkan keterampilan tradisional yang masih dilestarikan oleh masyarakat setempat. Setelah sesi anyaman, kami beristirahat sejenak dan menikmati makan siang bersama.

Perjalanan tracking pun dimulai, kami melewati sumber mata air yang digunakan masyarakat Tigawasa dalam ritual orang meninggal, lalu menuju ke kebun bambu untuk mengenal beragam jenis bambu yang tumbuh di kawasan tersebut — sekaligus memahami peran penting bambu dalam kehidupan dan budaya masyarakat Tigawasa. Dari kebun bambu, rute berlanjut menuju rumah adat Sakeroras, salah satu situs budaya penting di desa ini, kami juga menyaksikan proses penyabitan bambu yang digunakan untuk anyaman, sebelum akhirnya melanjutkan tracking melewati permukiman warga dan kembali ke titik awal di Kantor Perbekel. Setelah tracking, kegiatan terakhir dalam ujicoba ekowisata ini adalah diskusi dan pemberian feedback atas perjalanan yang kami lalui.

Penutup Perjalan

Kedua rangkaian kegiatan ini memberi gambaran nyata tentang bagaimana ekowisata berbasis komunitas dapat menjadi jembatan antara pelestarian budaya, alam, dan pemberdayaan ekonomi warga desa. Melalui kolaborasi dengan JED, kami tidak hanya belajar mengenai rute dan atraksi wisata, tetapi juga menyaksikan langsung bagaimana masyarakat Tigawasa dan Pedawa menjaga tradisi, arsitektur, dan kearifan lokal mereka di tengah upaya membuka desa untuk pariwisata berkelanjutan.

Pengalaman ini menjadi salah satu bagian paling bermakna dari perjalanan KKN kami — bukan hanya sebagai peserta uji coba, tetapi juga sebagai saksi dari potensi besar yang dimiliki desa-desa Bali Aga ini.


Tentang Penulis
Naila Bekti Cahyaningsih