POSYANDU BUKAN SEKADAR TIMBANG BERAT BADAN: KETIKA MAHASISWA KKN TURUN LANGSUNG MEMBANTU KESEHATAN MASYARAKAT
- Oleh Ni Nyoman Pradnyaniti
- Saturday 22/08/2026
- MANDUANG, KLUNGKUNG, Kabupaten Klungkung
Kesehatan masyarakat dibangun dari perhatian terhadap hal-hal kecil. Memantau
pertumbuhan balita, mengukur tekanan darah, memeriksa gula darah, atau sekadar memberikan
penjelasan mengenai pola hidup sehat mungkin terlihat sederhana. Namun, kegiatan-kegiatan
tersebut memiliki peran penting dalam membantu masyarakat mengenali kondisi kesehatannya
sejak dini. Karena itulah, mahasiswa KKN Universitas Pendidikan Ganesha tidak hanya
melaksanakan program edukasi, tetapi juga ikut turun langsung mendukung kegiatan Posyandu
Desa Manduang melalui program “Kolaborasi Sinergis Posyandu dengan KKN Undiksha pada
Program Kesehatan Masyarakat.”
Program ini berangkat dari kondisi bahwa pelaksanaan Posyandu membutuhkan dukungan
tenaga tambahan. Mahasiswa kemudian berkoordinasi dengan kader Posyandu dan tenaga
kesehatan atau bidan desa untuk menyesuaikan jadwal, sasaran, serta teknis kegiatan. Sasaran
program meliputi masyarakat di Dusun Tubuh, Dusun Tengah, dan Dusun Kaleran.
Kegiatan dilaksanakan dalam beberapa tahap. Pada 10 Agustus 2026, mahasiswa
membantu kegiatan Posyandu di Dusun Tubuh. Selanjutnya, kegiatan dilaksanakan pada 14
Agustus 2026 di Dusun Tengah dan 15 Agustus 2026 di Dusun Kaleran. Dalam setiap kegiatan,
mahasiswa membantu pelayanan kesehatan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Untuk bayi dan
balita dilakukan pemantauan pertumbuhan melalui pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar
kepala, dan LILA. Sementara itu, masyarakat dewasa mendapatkan pemeriksaan seperti LILA,
lingkar perut, tinggi badan, tekanan darah, serta gula darah.
Keterlibatan mahasiswa tidak berhenti pada membantu melakukan pengukuran. Setelah
pemeriksaan, masyarakat juga mendapatkan informasi mengenai hasil pemeriksaan dan
pentingnya menjaga kesehatan melalui pola makan sehat, aktivitas fisik, kebersihan diri dan
lingkungan, serta pemeriksaan secara rutin. Dengan demikian, kegiatan Posyandu menjadi
kesempatan untuk menghubungkan pemeriksaan dengan edukasi kesehatan. Masyarakat tidakhanya mengetahui angka hasil pemeriksaannya, tetapi juga mendapatkan pemahaman mengenai
mengapa pemeriksaan tersebut penting.
Selain kegiatan pemeriksaan, mahasiswa juga turut membantu pemberian obat cacing di
TK Manduang dan SD Negeri Manduang pada 11 Agustus 2026. Rangkaian kegiatan tersebut
memperlihatkan bahwa upaya meningkatkan kesehatan masyarakat membutuhkan keterlibatan
dari berbagai pihak dan tidak dapat dilakukan oleh satu kelompok saja.
Dalam pelaksanaannya, tentu terdapat beberapa tantangan. Jumlah masyarakat yang hadir
di setiap dusun tidak selalu sama. Selain itu, kondisi dan kebutuhan kesehatan setiap peserta
berbeda sehingga waktu pelayanan juga dapat berbeda. Perbedaan tingkat pemahaman masyarakat
mengenai hasil pemeriksaan menjadi tantangan lainnya. Sebagian masyarakat telah memahami
arti pemeriksaan seperti tekanan darah dan gula darah, sementara sebagian lainnya masih
membutuhkan penjelasan lebih lanjut. Karena itu, edukasi kesehatan perlu dilakukan secara
berulang dan berkesinambungan.
Meskipun demikian, secara keseluruhan kegiatan Posyandu di ketiga dusun dapat
terlaksana dengan baik. Kolaborasi antara mahasiswa KKN, kader Posyandu, tenaga kesehatan,
dan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam kegiatan ini. Kehadiran mahasiswa mungkin hanya
berlangsung selama masa KKN, tetapi pengalaman yang diperoleh menunjukkan satu hal penting:
ketika banyak pihak bersedia mengambil bagian, pelayanan kesehatan masyarakat dapat menjadi
lebih kuat.
Posyandu pada akhirnya bukan hanya tempat untuk menimbang berat badan atau mengukur
tekanan darah. Posyandu adalah ruang bertemunya masyarakat, tempat informasi kesehatan
dibagikan, tempat pertumbuhan anak dipantau, dan tempat kesadaran tentang kesehatan dibangun
sedikit demi sedikit. Dari sebuah balai banjar, kepedulian terhadap kesehatan masyarakat terus
tumbuh.