PENDAMPINGAN HOLISTIK KELUARGA ASUH: UPAYA PENINGKATAN KESEHATAN DAN KESEJAHTERAAN KELUARGA DI DESA SUMBERKIMA

SUMBERKIMA — Sebagai wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) menerjunkan program pendampingan "Keluarga Asuh" secara komprehensif di Dusun Pegametan, Desa Sumberkima, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali. Program yang berlangsung dari 31 Juli hingga 16 Agustus 2026 ini berfokus pada intervensi kesehatan, penguatan emosional, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat sasaran.

Salah satu sasaran pendampingan adalah Ibu Masrina, seorang ibu tunggal yang memikul beban berat mengasuh tiga cucunya secara mandiri. Situasi semakin menantang lantaran salah satu cucunya mengidap kanker darah (leukemia) dan harus menjalani perawatan intensif di RSUP Prof. dr. I G.N.G. Ngoerah, Denpasar. Beban pengasuhan ganda serta kondisi emosional tersebut berdampak langsung pada kesehatan fisik Ibu Masrina. Pada skrining awal, tekanan darah beliau melonjak drastis hingga mencapai 200/100 mmHg (hipertensi tingkat berat)Melihat kondisi tersebut, Hanim Fadlilaturrohmah, mahasiswa Program Studi S1 Kedokteran Undiksha yang menjalankan program pendampingan, merancang serangkaian intervensi holistik untuk menyasar akar permasalahan keluarga secara berkelanjutan.


Pendekatan Tiga Pilar: Kesehatan, Psikososial, dan Ekonomi Digital

Dalam pelaksanaan kunjungan rumah (home visit) secara berkala, tim mahasiswa KKN menerapkan tiga pilar penanganan:

  1. Intervensi Kesehatan Non-Farmakologis: Pemantauan tekanan darah secara rutin, edukasi pola makan dan pantangan gizi penderita hipertensi, serta pelatihan pembuatan racikan minuman herbal tradisional penurun tensi yang praktis dan terjangkau.

  2. Dukungan Psikososial: Sesi konseling emosional untuk meredakan kecemasan serta bantuan pendampingan pengasuhan balita secara langsung guna memberikan waktu istirahat yang cukup bagi Ibu Masrina.

  3. Pemberdayaan Ekonomi Digital: Pelatihan pemanfaatan platform Shopee Affiliate berbasis konten video singkat agar Ibu Masrina memiliki peluang mendapatkan penghasilan tambahan secara fleksibel dari rumah.

Sebagai wujud kepedulian di akhir masa pendampingan, mahasiswa KKN juga menyerahkan bantuan paket sembako untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan harian keluarga.


Rekapitulasi Perkembangan Kondisi Kesehatan dan Program Kegiatan

Tanggal KunjunganTekanan DarahFokus Intervensi & Kegiatan Utama

Jumat, 31 Juli 2026

200/100 mmHg

Skrining kesehatan awal, identifikasi masalah, & konseling emosional

Kamis, 6 Agustus 2026

170/90 mmHg

Edukasi & praktik langsung pembuatan minuman herbal penurun tensi

Sabtu, 8 Agustus 2026

178/94 mmHg

Edukasi pola makan teratur & daftar pantangan makanan hipertensi

Selasa, 11 Agustus 2026

160/86 mmHg

Pelatihan kemandirian ekonomi digital melalui Shopee Affiliate

Sabtu, 15 Agustus 2026

160/70 mmHg

Konseling psikososial berlanjut & pendampingan pola gizi keluarga

Minggu, 16 Agustus 2026

148/88 mmHg

Evaluasi akhir program, penyerahan paket sembako, & pelepasan

Dampak Nyata dan Harapan Efek Berkelanjutan

Program pendampingan Keluarga Asuh ini membuahkan hasil positif. Tekanan darah Ibu Masrina berhasil diturunkan secara bertahap hingga menyentuh angka 148/88 mmHg pada akhir periode KKN. Selain perbaikan indikator kesehatan, keluarga sasaran kini memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai penanganan mandiri hipertensi serta keterampilan dasar dalam memanfaatkan media digital untuk mendukung perekonomianKeberhasilan program ini diharapkan dapat menjadi rujukan model pengabdian masyarakat berbasis pendampingan keluarga (family-centered care) bagi mahasiswa Undiksha lainnya, sekaligus mempererat hubungan kepedulian sosial antara sivitas akademika dengan masyarakat Desa Sumberkima.



Tentang Penulis
Hanim Fadlilaturrohmah