Tingkatkan Kesadaran Kesehatan Perempuan, Mahasiswa KKN Gelar Sosialisasi Deteksi Dini Kanker Serviks Bersama PKK Desa Abangsongan
- Oleh Nyoman Sukmantara Putra
- Tuesday 04/08/2026
- ABANG SONGAN, KINTAMANI, Kabupaten Bangli
Abangsongan, 23 Juli 2026 - Bertempat di Gedung Serbaguna Desa Abangsongan.
Perempuan, khususnya figur seorang ibu, memegang peranan sentral dalam menjaga ketahanan, kesehatan, dan kesejahteraan keluarga. Namun, ancaman penyakit menular maupun non-menular masih menjadi tantangan serius bagi kesehatan wanita, salah satunya adalah kanker serviks (leher rahim) yang merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi akibat kanker pada wanita di Indonesia. Padahal, risiko fatal akibat penyakit ini dapat ditekan secara signifikan apabila terdeteksi dan ditangani sejak stadium awal.
Berangkat dari urgensi peningkatan literasi kesehatan reproduksi wanita di tingkat desa, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) menggelar kegiatan sosialisasi mengenai Pemeriksaan dan Deteksi Dini Kanker Serviks yang melibatkan kader dan anggota Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Abangsongan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli.
Rangkaian kegiatan diawali dengan aksi bersih-bersih bersama di sekitar area Gedung Serbaguna Desa Abangsongan yang melibatkan ibu-ibu PKK dan mahasiswa KKN. Setelah area sekitar bersih dan nyaman, kegiatan dilanjutkan dengan perkumpulan rutin ibu-ibu PKK, sebelum akhirnya memasuki agenda utama yaitu sosialisasi oleh mahasiswa KKN.
Kegiatan sosialisasi ini dirancang untuk memberikan ruang edukasi yang inklusif, komunikatif, dan responsif terhadap pertanyaan serta kekhawatiran yang selama ini berkembang di masyarakat terkait kesehatan leher rahim. Pembahasan materi mencakup pemahaman faktor risiko utama seperti infeksi Human Papillomavirus (HPV), gejala awal yang kerap tidak disadari, hingga langkah-langkah pencegahan primer dan sekunder.
Para peserta diajak untuk memahami pentingnya melakukan skrining rutin melalui metode yang mudah diakses dan terjangkau di fasilitas kesehatan dasar, seperti metode IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat) maupun Pap Smear. Selain materi medis dasar, sosialisasi ini juga berfokus pada upaya menghapus stigma, rasa takut, maupun rasa malu yang sering kali menjadi hambatan utama bagi wanita untuk memeriksakan diri secara berkala.
Antusiasme peserta terlihat dari aktifnya ruang diskusi saat sesi tanya jawab berlangsung, di mana para ibu PKK Desa Abangsongan mengonfirmasi berbagai mitos serta fakta seputar kesehatan reproduksi perempuan.
Melalui pelaksanaan sosialisasi ini, diharapkan ibu-ibu PKK Desa Abangsongan dapat menjadi agent of change yang aktif menyebarkan informasi positif dan menggerakkan kaum perempuan di lingkungannya untuk berani melakukan tes deteksi dini. Karena dengan mewujudkan ibu yang sehat, akan lahir keluarga yang kuat dan sejahtera.
Tetap Terhubung Bersama Kami
Ikuti terus perjalanan, cerita, dan keseruan kegiatan KKN Desa Abangsongan 2026 melalui kanal resmi kami:
Instragram: @kknabangsongan2026
Tiktok: @kknabangsongan2026
#TanamPerubahanTuaiHarapan
#KKNUndiksha2026
#KKNDesaAbangsongan2026
#UndikshaBerdampak