UPAYA REBOISASI UNTUK MITIGASI RISIKO TANAH LONGSOR DI DESA CATUR

https://www.instagram.com/reel/CwIGjqyA6Yp/?igshid=MzRlODBiNWFlZA

Tanah longsor adalah pergerakan tiba-tiba dan sering kali cepat dari lapisan tanah, batuan, atau material lainnya dari suatu lereng atau bukit ke bawah. Peristiwa ini terjadi ketika gaya yang bekerja pada material di lereng melebihi daya tahan atau kekuatan gesekan antara partikel-partikel tanah atau batuan tersebut. Tanah longsor dapat berupa pergerakan berkecepatan rendah yang menyerupai aliran lumpur, atau pergerakan berkecepatan tinggi yang dapat merusak dan menghancurkan apapun yang berada di jalurnya. Faktor-faktor yang dapat memicu terjadinya tanah longsor meliputi curah hujan yang tinggi dan intens, perubahan iklim, pengaruh gempa bumi, aktivitas manusia seperti penebangan hutan atau konstruksi yang tidak memperhatikan prinsip-prinsip teknik sipil, serta kondisi geologi dan topografi dari daerah tersebut. Tanah longsor memiliki potensi bahaya yang signifikan terhadap manusia, lingkungan, dan infrastruktur. Oleh karena itu, pencegahan, mitigasi, dan penanganan risiko tanah longsor sangat penting untuk melindungi kehidupan dan harta benda.

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, diketahui bahwa di Desa Catur sendiri masih terdapat beberapa titik yang dikatakan rawan longsor. Oleh karena itulah kami mencanangkan program kerja reboisasi guna melakukan pencegahan terhadap bencana tanah longsor. Secara umum reboisasi sendiri adalah proses penanaman kembali pohon-pohon atau vegetasi yang telah ditebang atau rusak di suatu area yang sebelumnya telah mengalami deforestasi dan degradasi hutan. Tujuan utama dari reboisasi adalah untuk mengembalikan fungsi ekologis dan manfaat sosial dari hutan yang telah hilang akibat aktivitas manusia seperti penebangan hutan, pertanian, atau kebakaran hutan.

Program kerja Reboisasi dilakukan dengan beberapa tahapan, yaitu:

1. Tahap Observasi dan Persiapan

Pada tahap ini, dilakukan pengumpulan data dan informasi mengenai kondisi lahan yang akan direboisasi, termasuk jenis tanah, iklim, topografi, dan vegetasi yang ada. Hal ini membantu dalam perencanaan yang lebih baik untuk jenis pohon yang akan ditanam. Selain itu pada tahap ini juga dilakukan persiapan fisik dan logistik. Ini mencakup persiapan lahan seperti pembersihan area, pemangkasan vegetasi yang tidak diperlukan, serta pembuatan lubang tanam. Selain itu, juga disiapkan bibit pohon yang akan ditanam dan alat yang akan digunakan seperti cangkul, sabit, dan ember. Dalam mencari bibit-bibit pohon yang cocok untuk ditanam di lingkungan Desa Catur ini, kami memiliki kendala yaitu masih kurangnya bibit yang dapat kami sediakan karena terbatasnya dana yang kami punya.

2. Tahap Pelaksanaan

Program kerja Reboisasi ini dilaksanakan pada hari Rabu, 9 Agustus 2023. Partisipan dari program ini adalah aparat Desa Catur dan STT (Sekaa Truna Truni) Desa Catur. Program ini dilakukan dari pukul 08.00 WITA hingga pukul 13.00 WITA. Pada tahap ini, pohon-pohon bibit ditanam sesuai rencana yang telah dibuat sebelumnya. Proses penanaman harus memperhatikan kedalaman lubang tanam, jarak tanam antar bibit, dan juga teknik penanaman yang benar agar bibit dapat tumbuh dengan baik. Kegiatan ini dimulai dari Gotong Royong yang kemudian dilanjutkan dengan penanaman bibit pohon di area Pura Pebini. Selanjutnya, juga dilakukan penanaman bibit pohon pada area rumah warga yang terkena dampak longsor.

Secara umum, kegiatan program kerja Reboisasi ini berjalan dengan baik dan lancar walaupun terdapat beberapa kendala seperti kurangnya bibit yang dapat kami sediakan karena terbatasnya dana yang kami punya. Walaupun demikian kami berharap kegiatan reboisasi ini dapat memberikan dampak serta manfaat yang baik untuk masyarakat dan lingkungan.